Mengenal Hama Penggerek Batang Padi dan Cara Pengendaliannya

MudaBakatTani – Penggerek batang padi termasuk salah satu hama pengganggu utama. Hama ini menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman mulai dari persemaian hingga menjelang panen. Pada tanaman padi fase vegetatif, larva memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu, kering mati dan gejalanya disebut sundep. Gejala serangan pada fase generatif berupa malai muncul putih dan hampa yang biasa disebut dengan beluk.

Ada empat jenis penggerek batang batang yang selama ini dikenal baik di Indonesia yaitu :

  1. Penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas)
  2. Penggerek batang padi putih (Scirphophaga innotata)
  3. Penggerek batang padi jingga ( Sesamia inferens)
  4. Penggerek batang padi bergaris (Chilo supresalis)

Sering kali saat tanam padi sedang tumbuh dengan baik tiba-tiba kondisinya mengalami gangguan seperti bulirnya kosong dan mengering dan saat dicabut, batang pohonnya pasti terlepas dengan mudah sementara didalamnya berisi ulat putih. Begitulah cara salah satu kerja hama penggerek batang untuk merusak tanaman padi.

Hama penggerek batang ini merupakan salah satu hama utama tanaman padi di Indonesia yang berbahaya, karena bisa menyerang pada fase manapun dari masa pertumbuhan padi. Secara umum, serangan hama penggerek batang padi dimulai saat tanaman di persemaian sampai pembentukan malai.

Jika tanaman padi terserang hama, maka kerugiannya akan berdampak sangat besar. karena persentase hasil produksinya akan menurun.

Jadi, dari masalah diatas, maka perlu kita tahu tentang cara mengantisipasi dari serangannya?

Serangan hama penggerek batang bermula dari persemaian benih, maka penting sejak dari persemaian benih dirawat atau mendapat perhatian.

Apa obatnya? Pasti pertanyaan ini muncul dalam pikiran kita. Inilah yang sangat keliru. Yang lebih bijak adalah mencari penyebabnya. Solusi yang paling aman saat merawat persemaian sejak mulai tebar dengan cara mengendalikannya, menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita. Jika ada tanaman yang terlanjur menyimpan larva dalam batang padi, sebaiknya tanaman yang diserang dicabut supaya tanaman lain tidak terkontaminasi larva dari tanaman yang terserang.

Cara pengendalian seperti ini sudah menjadi cara yang umum dikalangan petani yaitu Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Dalam metode ini, mekanisme penekanan populasi hama dilakukan dengan mengelolah tanaman, lingkungan dan musuh alaminya.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam PHT, yaitu: budidaya tanaman sehat, pengamatan secara berkala dan pelestarian musuh alami.

Sementara pengendalian dengan menggunakan bahan pestisida kimia sintetis untuk membunuhnya bukanlah solusi yang terbaik, karena hama tersebut malah akan semakin resisten. Semakin tinggi pemakaian pestisida kimia, maka akan semakin banyak hama dan penyakit baru lainnya akan bermunculan pada tanaman.

 

Post Author: Muda Bakat Tani

Leave a Reply