Galur Padi Lokal Unggul CBD 04 Mencapai 10 TON / HA

Galur lokal unggul CBD 04 merupakan produksi lokal yang dikembangkan dengan baik, jenis galur lokal ini tergolong banyak di minati oleh petani diseluruh Indonesia. Membudidayakan jenis galur ini tidak berbeda dengan budidaya padi pada umumnya. Namun untuk mencapai produktivitas padi lebih maksimal dengan memanfaatkan galur unggul CBD 04, maka perlu diperhatiakan tentang tata cara tanam padi ini, biasanya jenis CBD 04 ini bisa mencapai produksi 10 ton per hektar berdasarkan pengalaman kita setlah berulang kali membudidayakannya.

Deskripsi CBD 04


Umur tanaman : 105/110 HSS
Tinggi tanaman : 85 /95 cm
Anakan produktif : 35/40 batang
Daun bendera : Tegak dan panjang
Bentuk gabah : Lonjong pajang
Kerebahan : Tahan roboh
Tekturnasi : Pulen
Jumlah bulir/ malai :300/400
Hasil perhetar :10/13 ton H
Ketahanan terhadap hama : Tahan terhadap serangan hama wereng
Ketahanan terhadap penyakit : Tahan terhadap bakteri,penyakit hawar daun (HDB),Blast,dan firus clowor.

 

Berikut ini beberapa beberapa hal yang perlu diperhatikan dalm pembudidayaan Galur lokal unggul CBD 04 :

  • Pengolahan tanah harus benar-benar matang, serta meratakan dengan baik dan bebas gulma.
  • Buatkan parit di sekeliling pematang dari setiap 10-15 barisan padi.
  • Benih ditanam berumur 15 – 20 hari setelah pensemaian.
  • Gunakan pola tanam  Jajar Legowo 2:1 dengan jarak tanam dalam barisan rapat (7-10 cm)
  • Pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk organik 400 s/d 500 kg/Ha setiap musim tanam sebelum olah tanah.
  • Seminggu sebelum benih ditanam, gunakan pembenah tanah.
  • Sebelum benih ditanam, lakukan pupuk dasar menggunakan SP-36 sebanyak 100 Kg/Ha.
  • Setelah umur tanaman 7 hari setelah tanam, lakukan pemupukan menggunakan pupuk urea 100 kg/Ha, KCL 25 kg/Ha.
  • Untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan menghambat gulma, Jaga ketinggian air di sawah -+ 3 cm selama 3 – 5 hari.
  • Setalah umur tanaman 21 hari setelah tanaman (HST) Gunakan pupuk urea 100 kg/Ha, KCL 25 Kg /Ha.
  • Setalah umur tanaman 21 hari setelah tanamn (HST), Gunakan pupuk ZA 50 Kg/Ha, KCL 25 Kg/Ha, Karbofuran 4-5 kg/Ha.
  • Selanjutnya, setiap 10 hari sekali atau 2 minggu sekali masa vegetatif, Spray Pupuk Organik Cair bersama pupuk pelengkap (unsur mikro) .
  • Untuk mengendalikan ham serangga, gunakan Pestisida Biologi NASA Natural BVR (Beauveria Bassiana), sementara untuk mengendalikan bakteri dan jamur gunakan Corrin dan Glio.
  • Selama masa pembungaan dan pengisian bulir padi, penanganan air perlu diperhatikan dengan baik sampai  5 cm. Tetapi jika ketersediaan air terbatas lakukan penggenangan dan pengeringan secara rutin.
  •  Pengeringan lahan 10 hari sebelum masa panen atau pada umur padi 90 hari setelah tanam (HST).
  • Pemanenan dapat dilakukan setelah bulir padi matang sempurna dan daun bendera sudah menguning.

Demikian yang dapat kami bagikan tentang cara membudidayakan tanaman padi menggunakan galur lokal CBD 04. Jadi, dari sejumlah hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan dan di ikuti dengan baik untuk mencapai hasil maksimal dari tanaman yang dibudidayakan.

 

Post Author: Muda Bakat Tani

6 thoughts on “Galur Padi Lokal Unggul CBD 04 Mencapai 10 TON / HA

Leave a Reply